Selasa, 08 April 2014

Teman Khayalan: Bagian 2

Teman Khayalan Bagian 2
     Letak bajunya, berantakan kamarnya... persis sekali dengan yang waktu di mimpiku?! Tapi, aku yakin itu bukan kejadian biasa, tapi ada misteri terselubung di dalamnya dan aku berusaha tidak memikirkan hal itu. Saat ini sekolah sedang libur panjang jadi Elly berada di rumah selama liburan. Seperti biasanya dia sedang menonton TV, tidak ada yang aneh dengan menonton TV akupun mencuci piring bekas sarapan tadi pagi. Pekerjaan ibu rumah tangga itu membosankan tapi, mau bagaimana lagi ini sudah kewajiban ku. "Elly, Elly.. ayo mandi!" aku menyuruh Elly mandi. Ada perasaan yang tidak enak menghantui ku sejak kejadian semalam. Saat aku menyuruh Elly untuk mandi tapi, dia tidak menjawab seruanku itu tapi, suara TV masih terdengar aku rasa dia masih menonton TV. Selesai sudah cuci piringnya. Suara iklan di TV masih terdengar tapi, tidak ada suara Elly dan bisanya saat iklan Elly selalu memindahkan chanelnya tapi, kali ini ia tidak memindahkanya. Keadaan mulai tidak beres padahal sekarang masih pagi. Dan benar saja saat aku lihat ke ruang keluarga ternyata Elly sudah tidak menonton TV di sana, aku mulai mencarinya. "Elly! elly! Elly!" aku berusaha memanggilnya tapi,  Elly tidak membalas. Pintu belakang terbuka, pasti Elly kesana dan pasti dia ingin bermain dengan si "Bly" itu. Ada rasa kesal dengan Elly, aku segera menghampiri Elly dan aku mulai memaksanya masuk dia memberontak. Katanya dia ingin main dengan bly, aku tak peduli dengan yang namanya bly.

   
     Kehidupan sehari hari dijalani seperti biasa tapi, Elly terlihat menjadi pendiam. Mengapa? dan aku berfikir nanti juga dia akan kembali normal, namanya juga anak anak. Berjam jam berlalu seperti biasa dan sekarang sudah malam. Kejadian aneh mulai terjadi lagi. Saat aku sedaang duduk duduk santai di halaman belakang, tiba tiba angin bertiup dengan kencang dan daun daun berterbangan karena tiupan angin. Aku ingin masuk ke dalam rumah tapi, pada saat aku membalikan badanku untuk masuk ada Elly yang berjalan menuju halam belakang... dengan tatapan kosongnya. Aku berusaha mencegah Elly agar dia tidak ke halaman belakang rumah tapi, entah mengapa serasa angin itu mencegah ku untuk mencegah Elly. Aku tidak bisa menahan kuatnya angin, hordeng pintu pun berkibar, rumah terasa goyah oleh terpaan angin tapi, Elly kuat menahan angin itu. Angin itu membuat pusaran daun, seperti ada tornado kecil di halaman belakang rumah ini. "Elly jangan! jangan masuk ke daun daun itu!". Dia memutar kepalanya kepadaku dan menyeringai dengan mengerikan.

     "Hah.. hah..haaah...." aku menarik nafas dengan cepat. "Hah?! mengapa ini semua bisa terjadi?" padahal a..aku semalam kan? Mengapa hal ini bisa terjadi. Padahal kemarin malam aku ke halaman belakang dan Elly.... tapi sekarang aku malah tertidur di sofa. Dan aku segera pergi ke kamar Elly untuk memastikan dia masih ada. Untung Elly masih ada aku sangat lega mungkin kemarin hanya mimpi buruk. Suamiku sudah berangkat kerja dan dia meninggalkan pesan untuk ku: "Sayang, kemarin kamu membiarkan pintu belakang terbuka ya? jadi daun daun masuk ke dalam rumah, tadi aku membereskannya. Jaga Elly baik baik ya!" Ini yang kedua kalinya aku mengalami hal seperti ini. Aku memberanikan diri melihat ke belakang rumah dan benar saja masih ada sisa sia daun yang berantakan. Aku segera melihat Elly! dia sedang tidur, lalu aku membangunkannya dan bertanya "Kamu kemarin malam bermain ke halaman belakang?" "Enggak mah." jawabnya. Aku mulai serius dengan hal ini lalu aku mulai mencari tahu kejadian kejadian aneh ini, dari mulai kejadian kejadian aneh hingga temann khayalannya. *bersambung
.