Jumat, 28 Maret 2014

Kehendak "Tuhan" Bagian 2

Kehendak "Tuhan" Bagian 2


     Sadara bahwa ini mimpi. Melakukan itu sama sekali tidaklah mudah! butuh kesabaran, mental yang kuat dan pengendalian diri yang sangat.
     Hari demi hari biasa aku jalani dengan pembulian di sekolah tapi, kali ini rasa marah dan kesal akan pembulian itu berkurang dan hiburan pun bertambah. Sekarang aku bisa mengendalikan mimpi walaupun belum sempurna. Kali ini aku mempunyai kegiatan baru di sekolah yaitu menulis pengalaman mimpi mimpiku. Mungkin dengan itu aku bisa lebih mudah mengendalikan mimpi.
    "Toet..toet.." bel sekolah yang sudah soak pun bebunyi menyeru untuk segera pulang ke rumah. Tidak seperti biasanya. Aku yang biasanya pulang dari sekolah langsung menuju rumah tetapi, kali ini aku menuju warnet (warung internet). Warnet tersebut berada di lingkungan yang cukup kumuh, dan penjaga warnetnya pun bejat sekali, dia sering nge-bokep di sana. "Aaa... 1 jam." minta ku "nih.." jawab penjaga warnet yang "cimeulkeudeuh". Langsung saja saat itu saya mencari komputer yang kosong untuk saya tempati. Di sini, di warnet ini saya bukan untuk bermain game online ataupun bersosial media tetapi, saya di sini untuk browsing tentang 'mengendalikan mimpi'. "Mengendalikan Mimpi" aku menulis kata kunci tersebut di Google, lalu keluarlah beberapa artikel tentang mengendalikan mimpi, lalu saya memilih satu artikel untuk dibaca. Di sana disebutkan bahwa mengendalikan mimpi/lucd dream adalah kondisi dimana kita bisa mengenali mimpi kita. Bla, bla, bla... dan saya membaca tentang langkah langkah untuk luciddream sebagai berikut: 
  1. Rileks, tenangkan pikiran anda, atur nafas anda, dan gunakan baju tidur yang nyaman, ingat dan fokus bahwa anda ingin melakukan Lucid Dreaming, bisa juga dengan bantuan headphone audio
  2. Jaga pikiran anda tetap konsentrasi namun santai, agar anda masih bisa tetap tertidur, contoh: menghitung angka 1-100, tiap hitungannya akan membuat anda semakin rileks, dan biarkan angka-angka tersebut menghilang dan tertidur, menghitung domba, membayangkan diri anda sedang naik-turun tangga.
  3. Sleep Paralysis/tindihan (SP) di kondisi ini anda akan merasa dibebani beban yang sangat berat, dan sulit bernafas, jika anda takut dan terbangun, Lucid Dream anda akan gagal.
  4. Black Out/Ruang hitam kelam, anda akan memasuki ruangan yang gelap untuk beberapa saat sebelum memasuki LD jangan terbangun atau LD anda akan gagal.
 Saya melakukan dan mengalami hal di atas sebelum saya membaca artikel ini, atau saya menemukan teknik itu sendiri! Wow! Memang berat melakukan luciddream pada awalnya, tetapi jika sudah masuk ke dalam mimpi yang bisa kita atur, akan menjadi kesenangan tersendiri. Ternyata membuat/menulis pengalaman mimpi atau lebih populer di sebut jurnal mimpi, ternyata itu merupakan salah satu teknik untuk bisa luciddream.
     Setelah biling habis, saya segera bergegas pulang kerumah. Rumah selalu kosong, kerena ditinggal kerja oleh ke-2 orang tuaku, sedangkan kakak ku masih sekolah. Saat rumah kosong merupakan hal yang sangat inda walaupun tak seindah lucid dream. Aku mulai mengantuk, dan aku terpikir untuk melakukan Lucid Dream (LD) lagi. Aku optimis bisa melakukan itu lagi. Indra penglihatan mulai kabur, pikiran mulai kemana mana....istilahnya 'tidak memikirkan yang sedang dipikirkan' mulailah masuk kedalam fase yang sangat mengerikan yaitu 'paralysis' atau populer 'tindihan'. Rileks saja, aku belumpernah baca ada orang yang mati gara gara lucid dream. Rileks... rileks... kemengerikan itu lama lama memudar dan.... fase yang mengerikan itu sudah terlewati, sekarang aku memasuki fase 'Black out' disini kita jangan sampai terlalu bersemangat, nanti bisa terbangun dan di fase inilah kita memikirkan sesuatu yang ingin kita jadikan mimpi. Dan disaat itu saya memikirkan oranng yang saya suka. Orang yang saya sukai muncul perlahan lahan... dari samar samar hingga menjadi jelas, awalnya tak berwarna menjadi berwarna. Saya sadar itu mimpi tapi, sialnya gara gara saya terlalu bersemangat dan tidak bisa mengontrol diri saya terbangun. "Sial mengapa seperti ini! biasanya lancar lancar saja." gemerutu ku. Tapi, sudahlah mungkin nanti malam aku akan melakukannya tapi, bukan memunculkan orang yang aku sukai melainkan hal hal yang ku sukai. 
.