Terjebak Dalam Dunia Keji
"Aaa.. nge lag...." "Aaaa.. mesen kopi 1." "aaa.. nambah 1 jam" "aaaa" "aaaa.." Sahutan itu sudah makanan sehari hari bagi ku. Aku kerja di sebuah warnet yang letaknya 'diskotik' (di sisi kota saeutik). Wajar saja pergaulan di tempat ini agak keras dan agak berandalan. Kata kata kasar sudah menjad budaya di sini, apa lagi saat sudah di warnet mau apalah, berkata apalah, seperti tidak sadar bahwa itu kata kasar. Sebenarnya aku sudah lama tidak tinggal bersama kedua orang tua ku. Bukan... bukan mereka yang meninggalkan ku, melainkan aku lah yang meninggalkan merea. Hufff.... semua ini sudah terlanjur terjadi, aku sekarang sudah menjadi anak jalanan yang hanya bisa membaca dan perhitungan sederhana saja. Aku bisa seperti ini karena terbawa pergaulan yang tak beres. Sebenarnya salah terbesar ada pada diriku ini "mengapa aku tak bisa melawan keinginanku itu?! sehingga aku sekarang menjadi aku yang sekarang ini!!!" Teriak ku.
"Satu jam a.." pinta pelanggan "nih" (sambil memberikan biling) jawab ku. Pekerjaan yang sangat monoton... sebenarnya tak ada yang salah dengan pekerjaan ku ini, lagi lagi yang menjadi masalah dalam pekerjaan ku ini adalah "lingkungannya!" Aku terjebak dalam lingkungan yang buruk lagi, aku tak bisa melawan hawa nafsu ku ini. Terkadang menjadi penjaga warnet di tempat yang cukup kumuh ini menyenangkan karena bisa bermain internetan sepuasnya digaji pula!!!
Warnet. Tempat orang untuk bermain internet, entah itu bermain game online ataupun cuma browsing saja. Udara di sini sangat panas, dan pengap. Suasana yang panas dan pengap itu memudahkan emosi seseorang membledak, yaaa.. kadang kadang ada yang bertengkar di tempat ini, tapi itu bukanlah yang paling parah, yang paling parah di sini adalah sudah memudarnya nila agama. Saat bulan puasa banyak yang 'ngegodin'(buka sebelum waktu buka) siang siang saat bulan puasa sudah makan dan minum, asap rokok di mana mana membuat udara menjadi tak sehat, ditambah lagi orang orangnya yang seperti begitu. Tapi ada hal yang paling membuat aku menyesal, tetapi aku tetap melakukan dan mengulanginya.
Di warnet ini koneksinya lumayan cepat dan bebas sebeasnya!!! mau membuka situs apapun bisa diuka di sini tanpa pengawasan atau pemblokiran situs situs. Pastinya, aku terjebak dalam dunia yang keji ini. aku sebenarnya setiap hari membuka situs 'porno'. Otomatis, jika sudah sering membuka situs porno pasti juga sering melakukan 'onani/masturbasi'. Onani atau masturbasi sudah menjadi makanan setiap hari. Setiap hari aku tak bisa berhenti dari kebiasaan jelek itu, aku tak bisa melawan nafsu yang bergejolak itu. Semakin parah dan parah... setiap hari aku sering membua situs situs porno di internet, dan aku sudah melakukan masturbasi melampaui batas normal! Senormalnya seseorang melakukan mastrubasi hanya 1atau2 kali seminggu, tetapi berapa frekuensi onani ku?? bisa 3 sampai 7 kali dalam sehari!!! dan itu pun semakin parah dan parah, di mulai dengan video seseorang melakukan hubungan suami istri biasa, sampai aku sekarang menonton video BDSM. Aku tahu itu salah, tapi aku terus melakukanya. Aku tahu itu dilarang dalam agama tapi, aku tak berdaya melawannya. Sampai saat ini aku terus melakukan kebiasaan jelek ini. "Apakah ini sudah takdir ku unutuk melakukan hal hina ini?!"
Samapai suatu hari aku memberanikan diriku untuk menyewa 'cabe'. Yah... nikmat... mungkin itu terasa nikmat tapi, itu kenikmatan yang sementara lagi hina. Aku mulai ketagihan akan hal seperti itu. Aku melakukannya hampir beberapa kali dalam seminggu dan terus secara rutin aku melakukan hal tercela yang sangat tercela. Setiap hari berganti ganti pasangan, dan hal ini sudah aku alami beberapa tahun. Sampai aku tertangkap basah sedang 'melakukan' dengan wanita oleh bos ku di warnet dan aku sempat dicacimaki, dipukul sampai akhirnya aku dipecat secara tidak terhormat dan hina... Hidup ku sekarang sudah Hancur!!! aku merasa putus asa.... sekarang aku menjadi gelandangan kota. Tadinya aku ingin pulang ke rumah orang tua ku, tapi aku sudah pergi terlalu jauh dan sangat lama, mungkin keluargaku di sana sudah melupakanku. Berjalan tapi tak berasa berjalan. Hidupku ini sudah mati rasa, hambar tak berasa. Allahu Akbar... Allahu Akbar... suara adzan tiba tiba menggetarkan hati ku yang kosong itu. Hati ku mulai bergerak menuju suara panggilan shalat itu. Perlahan lahan langkah ku menuju masjid semakin dekat. Di sana aku mandi besar dulu akibat perbuatan 'zina' yang telah ku perbuat dahulu. Aku pun shalat sambil berjatuhan air mata... Terasa sejuk sekali dalam hati... dan.... dari saat itu aku mulai semua lagi dari awal.
Aku tak punya rumah satu satunya rumah bagiku ini adalah masjid ini. Di masjid ini tentunya ada penjaga masjidnya dan dia sudah tua, dan dia berkata padaku "Nak.. kenapa kamu tidur di sini terus?" "Hmmm... saya gak punya rumah kek.." jawab ku, lalu si kake bertanya lagi "Kamu mau tinggal di rumah kakek?" tanpa basa basi lagi aku langsung menjawab "Mau!". Siangnya aku langsugn menuju rumah si kakek ini. Sesudah sampai di sana, ternyata rumahnya hanya sebuah gubuk kecil dan ia tinggal hanya sendirian sama seperti ku. Sampai pada esoknya kami berbagi cerita, berbincang bincang.. sampai saat itu aku berani menceritakan masa lalu ku yang kelam itu. Dan akupun menceritakannya kepada kakek bercerita bahwa aku dulu pernah berzina! Kelihatannya kakek itu terkejut mendengar ceritaku ini dan aku bertanya padanya dengan muka lelah "kek, apakah dosaku ini bisa bisa diampuni?' "bisa"jawab kakek sambil tersenyum, lalu aku bertanya lagi kepadanya "tapi aku sudah melakukan hal itu 10 kali.. apakah masih bisa diampuni?" "astagfirullah... bisa" lebih kaget dari yang awal, dan aku betanya lagi "tapi sebenarnya aku sudah berzina sebanyak 100 kali lebih... apakah maih bisa diampuni?" kakek pun menjawab dengan wajah yang terpaku "Astagfirullah... bisa nak" sambil tersenyum kepadaku. "apakah dosa yang menggunung itu bisa diampuni oleh Allah?" jawab ku untuk meyakinkan kakek. Dan kake pun malah tersenyum mendengar pertanyaan ku ini dan menjawab "bisa", lalu sangkakek mengambung dengan membaca bebrapa ayat Al-Quran untu lebih meyakinkan ku. Dan akupun mulai menangis, menagisi kesalahan ku yang telah ku perbuat... dan akupun sedang berusaha bertobat kepada Allah SWT dengan tobat yang sebnar benarnya tobat, dan semoga saja kelak aku bisa bebas dari "Dunia yang Keji."
*kisah inu hanya fiksi