Rabu, 26 Maret 2014

Teman Khayalan

Teman Khayalan



      Aku sudah berkeluarga, keluarga yang sederhana. Aku adalah seorang ibu rumah tangga yang sudah berumur 30 tahun. Nama ku Any. Aku hanya mempunyai 1 anak, gadis cilik ini masih berusia 4 tahun, dan dia bernama Elly. Aku sering sekali melihat dia bermain tapi, dia tak pernah bermain dengan anak seumurnya walaupun banyak anak anak seusianya yang tinggal tidak jauh dari rumah kami. Anaku itu selalu bermain permainan yang tak biasa. Setiap sore hari dia selalu berlarian, bercanda hingga tertawa di taman hutan belakang rumah tapi, yang dia hanya seorang diri! tidak ada teman yang bermain bersamanya tetapi, dia terlihat sangat asyik dengan dunianya sendiri. Dan sekali kali aku sering mendengar anaku mengucapkan sebuah nama. Bly, itu namanya. Dia anaku jika sedang bermain di taman hutan dia sering mengucapkan nama Bly itu tapi, seumur hidup ku aku belum pernah bertemu dengan yang namanya Bly, dan anaku selalu dalam pengawasanku jadi dia tak mungkin mengenal seseorang dengan nama Bly tersebut.
     "Hahahaha ayo Bly, kita main kucing kucingan!" seru anaku. Aku mengira itu hanya teman hayalannya saja, dan menurutku itu wajar wajar saja dialami anak seusianya. "Elly, mamah boleh ikut main tidak bareng kamu?"tanya ku dengan canda Elly pun diam sejenak, dia seperti sedang dibisiki oleh seseorang, lalu dia menjawab "enggak blh mah.." "Kenapa?"tanya ku "Soalnya kata Bly mamah gak boleh ikut main" jawab Elly "Oh.. ya sudah, mama masuk dulu kerumah ya!" jawabku. Dan Elly pun masih bermain dengan teman khayalannya itu. "Masih bermain?"tanyaku dalam hati. "Elly ini sudah mau malam ayo cepat masuk!"perintah ku "Iya bu..." dengan berat hati Elly menjawab. Saat tepat pukul jam 06.00 sore suami ku pulang, dia merupakan pegawai biasa di perusahaan swasta "Hai! Sayang capek ya?" basa basi terus kami lakukan layaknya suami istri yang baru menikah. Saat malam pun tiba. "Elly seperti biasanya, dia selalu meminta dongeng penghantar tidur sebelum ia tidur. Dongengpun selesai dan Elly pun menarik selimun untuk beranjak tidur. Saat kira kira jam 01.30 pagi saya ingin ke kamar kecil untuk buang air kecil. Saat saya selesai dari buang air kecil, saya tak sengaja melihat pintu kamar Elly terbuka, sayapun penasaran dan bertanya tanya 'apa yang terjadi dengan Elly karena biasanya Elly tidak membuka kamarnya saat malam hari' Setelah saya melihat pintu kamarnya terbuka saya memasuki kamarnya. Keadaan gelap di kamar Elly karena lampunya dimatikan, cahaya bulan menerangi kamar Elly melalui jendela yang terbuka, dinginnya angin pun menusuk kulit ku. "Sepertinya ada yang aneh dengan Elly" bisik ku sendiri. dan benar saja saat aku mendekati selimut Elly dan aku pun membuka selimut Elly ternyata Elly tidak ada di dalam selimut itu. Ini sungguh tak biasa, dan aku bingung kemana perginya gadis kecil itu, tidak mungkin Elly keluar melalui jendela karena kamarnya berada di lantai dua. Sudah ku cari di seluk beluk kamar ini, sampai ke dalam lemari aku mencarai Elly tapi, tak keberadaan Elly di kamar ini lantas aku pun mencarinya ke lantai satu. "Dek.. dek... dek.." suara tangga kayu yang ku langkahi. Setelah sampai di lantai satu, dinginnya malam dan sepoyan angin makin terasa, aku pun mulai curiga "mengapa angin bisa bertiup sekencang ini di dalam rumah?" dengan rasa penasaran aku mulai pergi ke taman belakang, dan.... aku mendapati pintu menuju taman belakang yang terbuka. Hordeng yang berkibar karena tertiup angin membuat aku menjadi agak merinding... perasaan ku mulai tak enak. Saat ku lihat ke taman belakang aku melihat Elly sedang diam terpaku di taman belakang "Elly? Elly ayo masuk kedalam rumah, di sini dingin sayang!" seru ku "Elly ayo masuk!" "Elly ada apa dengan mu?" dengan berjalan mendekati Elly. "Elly ayo masuk, mengapa kamu berdiri di sini?" dengan nada keras. Tanpa basa basi aku langsunng menarik tangan Elly untuk masuk kedalam rumah tapi, saat aku memegang tangannya, tangannya terasa sangat dingin. Aku terpaku saat memegang tangannya, dan saat aku terpaku, Elly memutarkan kepalanya secara perlahan. "E..e..elly?" tanyaku. Matanya tertutup oleh rambut panjangnya yang menutupi wajahnya. Dan saat aku bertanya untuk kedua kalinya, tiba tiba dia menyeringai kepadaku dengan mata hitam kosong dan wajah pucat "Aaaaaa!!! teriak ku.
     "Teeeeet!!!..Teeet!!!..Teeet!!.." suara alarm berbunyi membangunkan ku dipagi hari. "Tapi tunggu? ada yang aneh... bukannya tadi malam aku bangun untuk kencing dan melihat Elly yang.." bisik ku dalam hati. Aku bertanya kepada suami ku "Hei.. sayang bangun!" sambil menggoyangkan badan suamiku. "apa?" jawab suamiku dengan muka yang masih mengantuk. "Apa aku kemarin malam bangun dari tudur?" tanyaku "Tidak, semalam kamu tidur disini." jawab suamiku. Lalu aku teringat Elly, aku pun mendatangi kamarnya dan ternyata Elly masih tidur dengan wajah yang manisnya. Aku pun mulai lega, mungkin hal yang aku lewati semalam hanya mimpi buruk. Pagi hari kami jalani dengan seperti biasanya. Setelah selesai sarapan dan mandi aku mulai bergerak untuk bersih bersih rumah. Saat itu Elly sedang menonton TV di lantai bawah. Saat aku bersih bersih di lantai 2 semua baik baik saja tapi, saat aku membersihkan kamar Elly aku merasa tau dengan suasana ini. "Jangan jangan..." ketakutan ku dalam hati. Saat kulihat lemarinya, ternyata SAMA persis seperti yang tadi malam! Letak bajunya yang berantakan dan pintunya yang terbuka sama persis! Aku mulai penasaran mengapa ini semua terjadi dengan begitu aneh. *Bersambung
.